Keren..............
Ingin Rajalom Dikenal Luas, Mahasiswa KKP UIN Mataram Promosi di CFD Selong
Penulis : Jumatul Kamil (Ketua KKP UIN Mataram 2026)
Sepit (sepit.desa.id) : Mahasiswa Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram memanfaatkan area Car Free Day (CFD) Selong melakukan promosi sekaligus mendongkrak penjualan Ramuan Jamu Lombok (Rajalom), Minggu (19/07/2026). Bekerjasama dengan PKK Desa Sepit, mereka menggelar lapak dagangan di area CFD Selong.
Ketua KKP UIN Mataram Muh. Jumatul Kamil menjelaskan, promosi di area CFD Selong ini merupakan lanjutan dari kegiatan produksi Rajalom sebelumnya bersama ibu-ibu PKK. Langkah ini, lanjut Kamil sebagai bentuk dukungan mereka terhadap pengembangan usaha mikro masyarakat melalui promosi produk unggulan desa.
”Kami ingin terlibat langsung dalam memasarkan produk unggulan Desa Sepit ini,” ungkapnya.
Orang Juga Melihat : Lolos 21 Desa Terbaik Nasional, Pemdes Siap Terima Visitasi Lomba Kampung Pancasila
Adapun produk Rajalom yang dipasarkan ada dua varian, yakni Rajalom original dan Rajalom Plus. Dua jenis varian ini best seller karena merupakan hasil olahan rempah-rempah pilihan dengan cita rasa khas yang tetap mempertahankan manfaat herbal sebagai minuman tradisional penunjang kesehatan.
Diungkapkan pria asal Bima ini, pihaknya ingin kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada penjualan produk, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi mereka dan masyarakat dalam membangun strategi pemasaran UMKM yang lebih luas.
”Kami ingin Rajalom tidak hanya dikenal di Desa Sepit, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas melalui penguatan branding dan pemasaran secara langsung,” ujarnya.
Terpantau, selama kegiatan berlangsung, mahasiswa secara aktif menawarkan produk kepada masyarakat yang lewat. Tidak hanya menawarkan, mereka juga menjelaskan kandungan dan manfaat Rajalom. Bahkan mereka juga mengajak pengunjung untuk mencoba minuman herbal tersebut. Suasana promosi berlangsung menarik, dengan semangat mahasiswa yang terus menyapa para pengunjung dan menawarkan produk secara langsung.
Terbukti, antusiasme masyarakat CFD terhadap Rajalom terlihat cukup baik. Hingga kegiatan berakhir, sebanyak 10 botol jamu berhasil terjual. Hasil tersebut menjadi indikator awal bahwa produk jamu lokal Desa Sepit memiliki peluang untuk diterima oleh masyarakat apabila dipromosikan melalui strategi pemasaran yang tepat.
Baca Juga : Pemdes Terima 13 Mahasiswa KKP UIN Mataram
Terpisah, Ketua PKK Desa Sepit Sri Putri Indarwati mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKP yang telah mendampingi proses produksi hingga pemasaran produk.
”Kami merasa sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa KKP. Tidak hanya membantu dalam proses pembuatan jamu, tetapi juga memberikan semangat baru kepada kami untuk memasarkan produk ke masyarakat. Harapan kami, Rajalomdapat terus berkembang dan menjadi salah satu produk unggulan Desa Sepit,” tandasnya. (*)
Yuk Isi Kuisoner Penilaian Kepuasan Masyarakat Untuk Pelayanan Pemerintah Desa Sepit, Klik Disini Untuk Mengisi.