Berita Desa

Sitaka dan Hari Jadi Perpustakaan Nasional ke-46

Sitaka dan Hari Jadi Perpustakaan Nasional ke-46

Penulis :  Andrea Ardi Ananda, Pustakawan Dinas Perpustakaan dan kearsipan Lotim 

 

 

Lumbung ilmu pengetahuan

Hakikat perpustakaan kita

Wahana belajar sepanjang hayat

Cermin masyarakat yang bermartabat

 

Meningkatkan kualitas manusia

Melestarikan khazanah budaya bangsa

Mewujudkan masyarakat gemar membaca

Cinta ilmu hidup mulia berguna bagi sesama

 

Ayo kunjungi perpustakaan

Jendela ilmu meraih masa depan

Ayo muliakan perpustakaan

Manfaat besar bagi kehidupan

Perpustakaan kebanggaan kita semua

(Mars Perpustakaan - Ferry Curtis)

 

Lagu Mars Perpustakaan yang baru di atas mencerminkan semangat literasi yang tak pernah akan padam. Setidaknya itulah yang tergambarkan dari perjalanan 46 tahun Perpustakaan Nasional RI. Di mana pada tanggal 17 Mei ini menjadi puncak peringatannya dengan tajuk “Merawat Pustaka, Memartabatkan Bangsa”. Perjalanan 46 tahun bukanlah waktu yang singkat. Ibarat manusia, usia 46 tahun menandakan kedewasaan yang semakin matang dan lebih bijak memaknai kehidupan. Perpustakaan Nasional sebagai lembaga induk dan Pembina bagi semua jenis perpustakaan di tanah air, diharapkan semakin mampu mengayomi, mendampingi, dan mengembangkan perpustakaan-perpustakaan binaannya khususnya yang berada di daerah.

Sudah banyak hal yang diperbuat oleh Perpustakaan Nasional mulai dari dukungan fasilitas dan sarana prasarana fisik maupun non fisik. Tujuannya satu, yaitu mewujudkan ekosistem literasi yang lebih dinamis mengikuti transformasi teknologi, sosial kultural, dan kebutuhan masyarakat penggunanya. Sudah ribuan perpustakaan, TBM, dan komunitas literasi yang sudah merasakan sentuhan stimulan Perpustakaan Nasional yang sedikit tidaknya berdampak baik secara langsung maupun tidak langsung dalam peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat dan Tingkat Kegemaran Membaca.

Lantas bagaimana sekarang geliat literasi di daerah agar tetap terjaga dan terus tumbuh di tengah segala keterbatasan dan efisiensi. Ada pepatah mengatakan “Banyak Jalan Menuju Roma” dan “Tak ada rotan, akar pun jadi”, yang bermakna bahwa perpustakaan khususnya di daerah perlu memutar otak lebih keras di tengah tantangan minimnya sumber daya yang memadai baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Di tengah gempuran teknologi yang merambah ke semua sendi kehidupan, perpustakaan perlu menggali potensi yang dimiliki agar tidak tenggelam dengan hiruk pikuk joget tabola bale atau kicau mania. Pustakawan perlu kreatif menggagas model pelayanan informasi yang lebih adaptif dan interaktif.

Muncul dari kegalauan berpikir dalam mencari ide segar model pelayanan perpustakaan yang kekinian, maka kami di Perpustakaan Daerah Lombok Timur mencoba optimalisasi pemanfaatan platform web sederhana dengan kumpulan tautan yang disebut linktr.ee yang mana platform ini dirasa paling rasional mengingat kemudahan aksesnya bagi pengguna serta minim biaya, sangat cocok di tengah efisiensi namun juga dituntut terus meningkatkan kalitas layanan. Setelah merancang beberapa minggu akhirnya lahirlah inovasi layanan Perpustakaan Daerah Lombok Timur yang diberi nama SItaka atau Sistem Informasi Layanan Perpustakaan Lombok Timur, Pada platform Sitaka dengan alamat linktr.ee/sitaka pengguna dapat mengakses beragam jenis layanan dalam satu portal antara lain:

  1. Social Media Button : akses media sosial perpustakaan yaitu nomor WA Layanan, IG, FB, TikTok pada bagian header atau tepat di bawah nama Sitaka.
  2. Lokasi Perpusda Lotim: akses lokasi perpustakaan berbasis gmaps. Menjadi pemandu digital bagi yang belum pernah sama sekali ke perpustakaan. 
  3. Pendaftaran Anggota Online: akses registrasi anggota baru perpustakaan dimana saja dan kapan saja dengan mudah. 
  4. Katalog Online: akses untuk penelusuran koleksi perpustakaan daerah lotim dimana saja dan kapan saja. 
  5. Virtual Tour Perpustakaan: akses jelajah/tour fasilitas gedung layanan perpustakaan secara daring. 
  6. Portal Layanan Alih Media (PADI): akses layanan alih media yaitu kliping surat kabar digital terkait Lombok Timur.
  7. Perpustakaan Digital (iLotim): akses layanan perpustakaan digital berbasis android dan website untuk ribuan judul ebook.
  8. Halo Pustakawan: akses layanan konsultasi terkait  kepustakawanan dan perpustakaan
  9. Layanan Pengaduan: akses kemudahan untuk menyampaikan aduan (kritik & saran) oleh pemustaka.

Entah apakah model pelayanan seperti ini sudah juga diimplementasikan di perpustakaan lain, tapi rasa-rasanya Sitaka ini menjadi buah pikir pertama yang benar-benar terwujud dari keresahan kami akan eksistensi perpustakaan di era serba digital. Meski sederhana namun setidaknya semangat kami tak perlu diragukan lagi. Peringatan 46 tahun Perpustakaan Nasional semakin menegaskan keberadaan dan peran perpustakaan dari pusat hingga daerah masih terus berkontribusi terhadap pembangunan kualitas sumber daya manusia, dikarenakan literasi dipercaya sebagai salah satu fondasi penting dari sebuah bangsa yang bermartabat. Selain itu, peran pustakawan pun terus didorong sebagai motor penggerak dan asset penting untuk bersama-sama dalam mewujudkan tujuan nasional yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Tentu masih banyak kondisi-kondisi yang belum ideal dari dunia literasi kita. Belum meratanya ketersediaan koleksi bahan pustaka bermutu hingga pelosok daerah, kurangnya tenaga profesional yang mengelola perpustakaan khususnya di lembaga pendidikan, masalah umum perpustakaan yang minim akan dukungan anggaran memadai dan masih banyak permasalahan lain yang perlu mendapat atensi dari pemangku kepentingan. Namun itu semua bukanlah menjadi alasan kita harus patah semangat dan layu sebelum berkembang. Peringatan 46 tahun Perpustakaan Nasional jangan hanya dipandang sebagai perayaan seremonial belaka, namun lebih dari itu sebagai ajang aktualisasi dalam rangka mengokohkan fondasi penting dari sebuah bangsa yang bermartabat. Kami para pustakawan di daerah tetap berupaya maksimal sesuai kemampuan untuk terus memberikan sumbangsih sekecil apapun dalam memajukan institusi dan ekosistem literasi sembari terus berdoa dan berharap angin segar itu akan berpihak kepada kita suatu saat nanti.

 

WhatsApp_Image_2026-05-17_at_14-49-33 

 

Beri Komentar