Berita Desa

Saatnya Karang Taruna Berbenah

Dari TKD Karang Taruna Lotim : Pemuda Jangan Jadi Penonton

Oleh : Muhammad Sulhan Hadi

Tete Batu,- (desasepit.web.id),-  

Tak dipungkiri, keberadaan karang taruna (KT) di beberapa desa di Kabupaten Lombok Timur dinilai belum maksimal. Tak sedikit yang masih eksis berkegiatan hingga saat ini. Namun adapula yang sudah vakum karena berbagai alasan.

Permasalahan karang taruna di tingkat desa hingga kabupaten ini dinilai sangat kompleks. Mulai dari soal kepengurusan, anggaran, bahkan sampai kebijakan daerah.

Hal ini diungkapkan  Ketua Karang Taruna (KT) Kabupaten Lombok Timur, Muhammad Arjunadi dalam acara Temu Karya Daerah (TKD) KT Kabupaten Lotim hari ini (6/6/2021) di Tete Batu. 
"Ini perlu menjadi atensi kita bersama," terang Arjuna dalam sambutannya.

Perlu diketahui, acara TKD KT Kabupaten Lotim ini dihadiri oleh pelbagai perwakilan karang taruna di tingkat desa. Dalam laporannya, Ketua Panitia acara, Rohman Rofiqi mengakui, acara ini telah lama dipersiapkan. Sebagai wadah untuk mencari solusi bersama persoalan karang taruna di lapangan.

"Karena dasar keresahan bersama, disertai dengan kurang aktifnya pengurus KT Kabupaten, kami panitia mendorong untuk diwujudkannya TKD ini," ungkapnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Gubernur NTB Dedi, Ketua KT Provinsi NTB Ahmad Ziadi, Kepala Dinas Sosial, Kepala Bakesbangpol Lotim, Ketua KT Kabupaten Lombok Timur, serta Pengurus KT Desa yang mewakili Kecamatan masing-masing.

Ketua KT Provinsi Nusa Tenggara Barat Ahmad Ziadi dalam sambutannya berharap, momentum TKD ini dijadikan titik balik, untuk memperbaharui organisasi KT baik di tingkat desa, kabupaten hingga provinsi. Menurutnya, harus ada koordinasi antar semua pihak.

Bahkan di tingkat Nasional, lanjut Ahmad Ziadi karang taruna memiliki nilai tawar tinggi, sebagai organisasi yang paling terstruktur organisasinya dari pusat sampai desa. 
 "Pemuda dalam konteks umum banyak organisasinya. Ada KT yang berinduk di dinas sosial, ada juga KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia). Ini berbeda platformnya," jelasnya.

Menutup sambutannya, ia mengajak semua pihak mendorong agar terbentuknya Peraturan Daerah (Perda) tentang KT. Bahkan sampai  Peraturan Desa (Perdes) agar KT terbina. 

Sementara itu, Gubernur NTB Dr Zulkiflimansyah dalam sambutan yang dibacakan oleh Staf Ahlinya, Dedi meminta organisasi KT menjadi garda terdepan pelopor inovasi pemuda. Menurut Gubernur Zul, pemuda akan menjadi pemimpin masa depan dengan pola pikir positif. (*)

Beri Komentar