Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB menetapkan status siaga darurat bencana non alam virus Corona sampai 31 Agustus 2020. Untuk mengantisipasi dan mewaspadai penyebaran virus Corona di NTB, Pemprov mengambil kebijakan sekolah diliburkan selama dua pekan.
Pemprov juga menutup akses wisatawan dari Bali ke Tiga Gili (Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air) selama dua pekan. Selain itu, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemprov NTB tidak diizinkan keluar daerah.
Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc dikonfirmasi usai rapat pimpinan khusus (Rapimsus) membahas Corona di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Minggu, 15 Maret 2020 mengatakan, pihaknya memperhatikan semua feedback atau masukan dari masyarakat. Karena masyarakat sudah mulai khawatir dengan adanya pejabat tinggi negara yang positif Corona.
‘’Mulai besok (hari ini) meliburkan sekolah dua pekan khusus kelas X dan XI. Kalau untuk kelas XII yang ujian nasional, karena persiapannya sudah panjang. Maka kelas XII tetap dilanjutkan (masuk sekolah) sampai tiga hari,’’ ujar gubernur didampingi Sekda NTB, Drs. H. L. Gita Ariadi, M. Si, Kepala Diskominfotik NTB, I Gede Putu Aryadi, S. Sos, MH dan Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, MPH.
Gubernur menjelaskan, Pemprov mengundang Bupati/Walikota tujuannya agar mengambil langkah yang sama. Yakni meliburkan sekolah jenjang pendidikan SD dan SMP. Karena pendidikan jenjang SD dan SMP berada di bawah kewenangan Pemda kabupaten/kota.
Dengan meliburkan sekolah selama dua pekan, kata gubernur, bukan berarti siswa santai-santai di rumah. Tetapi selama libur dua pekan, mereka diberikan tugas tambahan. ‘’Banyak tugas-tugas yang dikerjakan di rumah untuk menghindari kerumunan,’’ katanya.
Sebagai bentuk keseriusan Pemprov dalam mengantisipasi dan mewaspadai penyebaran virus Corona. Seluruh ASN Pemprov NTB termasuk anggota DPRD dilarang keluar daerah. ‘’Karena kita ingin melihat dua minggu ini seperti apa perkembangannya,’’ terangnya.
Selain itu, kata orang nomor satu di NTB ini, Pemprov juga memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk NTB. Selama dua pekan, mulai hari Senin ini, Pemprov menutup akses wisatawan ke Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno.
Selama ini, ada seribuan wisatawan mancanegara (Wisman) yang berkunjung ke tiga gili dalam sehari. Mobilitas wisman ditutup selama dua pekan, karena selama ini kontrolnya agak susah.
Gubernur menegaskan, penutupan sementara akses wisatawan ke Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno sebagai bentuk keseriusan Pemda mengantisipasi dan mewaspadai virus Corona. Tetapi, kata gubernur yang akrab disapa Dr. Zul ini, bukan berarti kawasan tiga gili akan seperti tempat mati yang ditinggalkan wisatawan. Justru, hal ini akan menjadi kesempatan bagi Pemda untuk memastikan kawasan tiga gili dan tempat lainnya merupakan daerah yang aman dari virus Corona.
‘’Jadi kita akan melakukan fogging, disinfektan semua ke seluruh pulau. Kita akan membersihkan segala macam. Sehingga ketika kita buka (kawasan tiga gili), siapapun yang datang ke situ akan tetap merasa aman dan nyaman ke tempat kita,’’ ujarnya.
Terhadap wisatawan yang sudah masuk ke kawasan tiga gili, Dr. Zul mengatakan, akan ada pemeriksaan yang akan dilakukan. Untuk pemeriksaan sampel masyarakat atau wisatawan yang diduga suspect Corona, saat ini masih dilakukan di Surabaya. Diharapkan dalam waktu dekat, NTB sudah mendapatkan izin dari Kementerian Kesehatan untuk memeriksa sampel pasien suspect Corona pada laboratorium yang ada di daerah ini.
Bukan hanya sekolah yang diliburkan dan mobilitas wisatawan ke tiga gili yang ditutup. Tetapi, kata Dr. Zul, sejumlah acara yang mengundang keramaian juga dibatalkan. Seperti rencana kegiatan tabligh akbar di Lombok Tengah, pawai ogoh-ogoh, HUT Lombok Barat, HUT Kota Bima.
Untuk jalur penerbangan di Bandara Internasional Lombok, Dr. Zul mengatakan tidak ada penerbangan yang ditutup. Tetapi untuk para TKI yang pulang ke NTB menjadi perhatian khusus. Terutama TKI NTB yang pulang dari negara yang terkontaminasi virus Corona. ‘’Akan ada perhatian khusus dan tentu secara proaktif,’’ tandasnya.
Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si menambahkan, Pemprov NTB tak mengizinkan para pejabat daerah keluar daerah. Namun, ASN tetap beraktivitas. ‘’Intinya kita mengurangi perjumpaan-perjumpaan. Rapat-rapat rutin sepanjang bisa lewat WA group, kita lewat sana,’’ katanya.
Sekda menambahkan, untuk sementara event-event nasional dan internasional yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini ditunda dulu. Ia mencontohkan seperti tabligh akbar, pawai ogoh-ogoh, L’Etape dan sejumlah event MICE di-cancel. Kegiatan L’Etape yang semula direncanakan April mendatang, diundur sampai Agustus mendatang.
Data Pemprov NTB, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 11 orang. Hasil uji laboratorium, 8 orang sudah dinyatakan negatif Corona. Sedangkan 3 orang masih menunggu hasil pemeriksaan. Sementara itu, jumlah orang dalam pengawasan (ODP) sebanyak 112 orang. Dengan rincian 85 ODP sudah selesai dalam pemantauan dan 27 ODP masih dalam pemantauan. (nas)
Sumber : https://www.suarantb.com